Bitcoin Conference Held In New York City
Image: CNBC.Com

Apabila anda menyukai ataupun mengamati perkembangan teknologi, mendengar kata Bitcoin mungkin tidak terdengar asing di telinga anda. Bitcon sendiri merupakan salah satu jenis CrytoCurrency yang paling sering di gunakan di seluruh dunia. Lalu, apa itu CrytoCurrency?

CrytoCurrency adalah mata uang digital yang memakai teknik enkripsi yang di gunakan untuk meregulasi setiap unit mata uang baru serta memverifikasinya setiap terjadi pengiriman dana. Perlu di ketahui bajwa jenis mata uang ini beroperasi secara independen tanpa ada campur tangan dari pihak bank central.

Teknlogi mata uang digital saat ini memang tengah marak di kembangkan, terlebih oleh para perusahaan bersama dengan team engineer di berbagai belahan dunia. Bahkan Google Ventures pun melakukan invesntasi pada salah satu teknologi CrytoCurrency. Tercatat  kurang lebih 500 CrytoCurrency diciptakan dan beberapa CrytoCurrency memilki berbagai konsep yang berbeda. Meskipun berbeda, terdapat kesamaan pada konsep koinnya.

Walaupun Bitcoin menjadi CrytoCurrency yang paling banyak diperbincangkan, namun sebenarnya ada banyak sekali jenis CrytoCurrency yang ada di dunia. Berikut, beberapa jenis CrytoCurrency dengan kapitalisasi terbesar di dunia.

  • Bitcon (Kapitalisasi pasar : USD 3,3 miliar atau 42 triliun)

Bitcoin atau BTC menjadi CrytoCurrency pertama yang disebut-sebut sebagai CrytoCurrency terbaik di antara yang lainnya. BTC dibuat oleh Satoshi Nakamato dan di luncurkan secara resmi di tahun 2009. Tak tanggung-tanggung, bahkan total jumlah sirkulasi Bitcoin ini sudah mencapai angka kurang lebih 14 juta BTC. Dan hadiah untuk para bit miner akan berhenti apabila sirkulasinya sudah mencapai 21 juta yang akan di perkirakan pada tahun 2140.

  • Ripple (Kapitalisasi pasar : USD 253 juta atau 3 triliun)

Biasanya di kenal dengan nama XPR ini merupakan mata uang digital dulunya di kembangkan secara tertutup oleh Ripple Network yang bertujuan untuk membuat system pembayaran menjadi lebih aman, cepat dan mudah. Akan tetapi di tahun 2013 pihaknya memutuskan untuk membuat proyek tersebut menjadi open source di bawah lisensi ISC yakni menggunakan algoritma Consensus yang nantinya bisa untuk proses pertukaran, pembayaran juga mengirim uang secara terdistribusi.

  • Litecoin (Kapitalisasi pasar : USD 54 juta atau 704 milair)

Mempunyai nama lain LTC yang di luncurkan secara resmi ke publik pada tahun 2011. CrytoCurrency ini dibuat oleh mantan pegawai Google yang bernama Charles Lee yang bertujuan untuk membuat Bitcoin yang lebih baik.

Kelebihan yang di tawarkan oleh LTC yaitu durasi untuk menghasilkan blok yang hanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 menit saja, dan waktu tersebut ternyata lebih cepat di banding BTC yang memakan waktu sampai dengan 10 menit. Hal ini dikarenakan LTC menggunakan algoritma Scrypt yang disinyalir lebih sederhana di bandingkan dengan algoritma SHA-256 yang di gunakan pada BTC.

  • Dash (Kapitalisasi pasar : USD 15 Juta atau 195 miliar)

Dash atau Digital Cash awalnya bernama Darkcoin berbeda dengan BT dan ITC. CrytoCurrency yang satu ini menggunakan algoritma X11 yang menggunakan 11 putaran fungsi hash berbeda. Bahkan, algoritma ini di sebut-sebut lebih cepat serta menggunakan kinerja computer yang lebih efisien.

  • Stellar (Kapitalisasi pasar : USD 13 juta atau 169 miliar)

Merupakan CrytoCurrency yang terbilang baru karena di dirikan pada awal 2014 oleh Jeb Mccaleb dan Joyce Kim. Bisa dilihat pada steller mempunyai perbedaan yang mencolok dengan CrytoCurrency yang lain karena 95% dari mata uang dari digital ini di berikan secara cuma-Cuma. Koin baru steller tidak di peroleh dari mining karena CrytoCurrency tersebut menggunakan algoritma consensus yang secara otomatis menghasilkan koin baru juga melakukan verifikasi pada setiap transaksinya.

  • MaidSafeCoin (Kapitalisasi pasar : USD 9,7 juta atau 126 miliar)

Sebuah CrytoCurrency yang kini di kembangkan oleh  David Irvine di tahun 2016, yang akhirnya di rilis pada bulan April 2014. Cara mining CrytoCurrency ini berbeda dengan metode verifikasi yang di tetapkan oleh Bitcoin. Untuk bisa mendapatkan koin, para miner (sebutan bagi para pencari koin CrytoCurrency) harus  menyiapkan media penyimpanan untuk menyimpan file MaidSafe.

  • NXT (Kapitalisasi  USD 9 juta atau 117 miliar)

Menjadi CrytoCurrency yang di luncurkan di tahun 2013 oleh developer software yang bernama BCNext. Mata uang NXT menggunakan system proof of stakes untuk menangani transaksi dan jumlah koin NXT. Sama halnya dengan Steller, NXT juga memungkinkan adanya mining.

  • Dogecoin (Kapitalisasi pasar : USD 8,7 juta atau 113 miliar)

Mungkin mata uang ini mengingatkan anda dengan anjing, karena mata uang digital ini terinspirasi oleh Shia Inu, salah satu jenis anjing dari Jepang. Dagocoin mulanya di buat untuk sebuah mata uang lelucon yang berhasil menarik perhatian pengguna internet. Hingga akhirnya, CrytoCurrency ini lebih di kembangkan dan resmi di luncurkan ke public pada tahun 2013. Menggunakan sistem algoritma Scrypt seperti Litecoin yang nantinya memungkinkan penggunanya melakukan mining.

  • BitShares (Kapitalisasi pasar USD 8,4 juta atau 109 miliar)

Mulanya CrytoCurrency ini merupakan sebuah tesis yang di buat oleh Daniel Larimer, Stan Larimer dan Charles Hoskinson. Setelah tesis tersebut selesai dan mendapat pendanaan oleh VC asal China, akhirnya Daniel Larimer memutuskan untuk membuat mata uang digital BitShares yang di luncurkan ke public pada 1013. Menggunakan algoritma Concensus yang memunginla pengguna memberikan persetujuan otomatis, sehingga tidak mungkinkan akan ada mining koin.

  • BanxShares (Kapitalisasi pasar : USD 7,3 juta atau 95 miliar)

CrytoCurrency BanxShares merupakan mata uang digital yang di kembangkan oleh Mark Lyford seorang entrepreneur aktif sejak tahun 90 an. Pada dasarnya, BankShares ini merupakan bank untuk menyimpan CrytoCurrency. Namun jika Anda ingin menabung, Anda perlu mengkonversi mata uang digital ini terlebih dahulu pada BankShares.

Tak hanya jenis mata uang digital diatas saja, karena masih terdapat sekitar 593 jenis mata uang digital lainnya yang beredar di pasaran dan hal tersebut tentu dapat berubah kapan saja. Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa sebagian besar pelaku CrytoCurrency di Indonesia lebih banyak melakukan mining, di bandingkan dengan melakukan jual beli dengan menggunakan mata uang digital ini. (DW)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *